Sabtu, 05 April 2014

Mengenal Kelengkeng Aroma Durian dan Cara Perawatannya

     Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan buah yang bernama Kelengkeng. Di Indonesia sendiri buah kelengkeng terkenal dengan berbagai jenis. Salah satunya yaitu Kelengkeng Aroma Durian. Kelengkeng Aroma Durian merupakan kelengkeng yang tergolong jenis baru.


    Kelengkeng Aroma Durian memiliki ciri daun lurus, kaku dan hijau tua, daun muda berwarna hijau semu merah, tajuk kokoh, daging tebal, biji kecil, kering, kulit putih, buah memiliki aroma yang khas seperti aroma durian, sehingga dinamai Kelengkeng Aroma Durian. Kelengkeng ini mempunyai keunggulan mudah beradaptasi dengan lingkungan dan lebih mudah berbuah dari pada jenis kelengkeng lain. Untuk masa berbuah Kelengkeng Aroma Durian ini tidak jauh beda dengan kelengkeng unggul lainnya, yaitu secara vegetatif 8-12 bulan, sedang secara generatif dapat berbuah pada umur 2-3 tahun.

    Kelengkeng Aroma Durian berasal dari Bangkok. Buah lengkeng ini berbentuk bulat dengan ukuran kurang lebih sebesar kelereng. Buah ini bergerombol pada malainya. Kulit buahnya berwarna cokelat muda dan sedikit ada garis membelah lengkeng dengan permukaan agak berbintil-bintil. Daging buahnya sendiri berwarna putih, mengandung karbohidrat, sedikit minyak dan saponin.


    Kelengkeng Aroma Durian cocok hidup didataran rendah yaitu sekitar 300-900 m dpl, pohon kelengkeng jenis ini termasuk pohon yang genjah berbuah, dalam satu tahun bisa berbuah hingga tiga kali (tanpa mengenal musim). Tanaman Kelengkeng Aroma Durian dapat tumbuh di tanah yang memiliki tekstur tanah halus dengan tingkat pH 5,5 - 5,6. Dengan bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. 


bibit kelengkeng aroma durian, budidaya kelengkeng aroma durian, jual bibit kelengkeng aroma durian

Cara Perawatan
    Cara perawatan kelengkeng aroma durian ini sama dengan kelengkeng pada umumnya, seperti itoh dan sebagainya, yaitu :
1.    Penyiraman : cara merawat tanaman ini sama dengan merawat tanaman pada umumnya, yaitu disiram dengan air setiap 2 kali sehari, pagi hari dan sore hari, bila terlihat kondisi kurang kering, bila kondisi tanaman masih terlihat basah, maka cukup satu kali penyiraman saja.
2.    Pemupukan : tanaman kelengkeng tidak berbuah bisa jadi karena tidak subur atau kekurangan unsur-unsur makro yang dibutuhkan seperti nitrogen, fosfor, kalium. Pupuk ditaburkan melingkar sesuai tajuk tanaman. Namun, jika tajuk tanaman sudah tumbuh melebihi diameter pot, pupuk ditaburkan sekitar satu jengkal dari pangkal tanaman. Setelah itu tanaman disiram.
3.    Pelukaan/Pengerokan : pada dasarnya pelukaan atau pengerokan batang tanaman untuk menghambat pengiriman zat-zat makanan di daerah tajuk.
4.    Pengeringan atau stress air : kekurangan air akan memicu tanaman berbunga. Caranya tanaman kelengkeng aroma durian dalam pot tidak di siram selama 2-3 hari. Setelah terlihat layu, tanaman disiram air sebanyak-banyaknya. Jika bunga tidak muncul juga, pengeringan bisa dilakukan lagi. 



bibit kelengkeng aroma durian, budidaya kelengkeng aroma durian, jual bibit kelengkeng aroma durian











Disini jual bibit Kelengkeng Aroma Durian unggul, Warung Bibit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar