Senin, 28 April 2014

Kelengkeng Pingpong Si Lengkeng Jumbo Asal Thailand

    Seperti buah lainnya, kelengkeng juga mempunyai banyak varian. Salah satunya yang mulai populer di Tanah Air adalah kelengkeng pingpong. Selain manis, daging buahnya juga tebal. Karena kelebihannya itu, banyak orang tertarik membudidayakan kelengkeng pingpong. Usaha pembibitan kelengkeng jenis ini kian menjajikan.

    Kelengkeng pingpong memiliki tajuk dan daun yang unik. Dahannya cenderung memanjang, lentur dan menjulur ke segala arah. Daun berwarna hijau tua dan berukuran kecil menggulung kebelakang. Kulit buah berwarna coklat cerah dengan semburat merah muda dibagian pangkal buah. Daging buahnya cukup tebal walaupun biji juga tergolong besar, kulit buah tipis dan cenderung kering atau tidak berair saat dikupas. Kelengkeng vegetatif bisa berbuah saat berumur 8-12 bulan dan kelengkeng generatif berbuah saat berumur 2-3 tahun. Kelengkeng pingpong memiliki produktifitas yang tinggi karena terus berbuah sepanjang masa.

    Sayang, pasokan kelengkeng asal Thailand dan Vietnam ini masih minim di pasaran. Sementara ini, pasokan kelengkeng pingpong baru bisa ditemukan di pasar-pasar swalayan. Itu pun jumlahnya masih sangat terbatas. Maklumlah, hingga kini belum banyak petani yang membudidayakan kelengkeng jenis ini dalam skala besar. Padahal, kelengkeng pingpong layak untuk dikembangkan dan dijadikan alternative lain di samping jenis kelengkeng yang telah ada di pasaran.

    Kelengkeng pingpong sangat mudah untuk dibudidayakan di tanah terbuka maupun untuk kepentingan tabulampot (tanaman buah dalam pot) untuk penghias halaman tempat tinggal. 


    Syarat Tumbuh
Kelengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.

Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari tujuh tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi lengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi/cangkokan mulai berbuah pada umur empat tahun. Budi daya tanaman Lengkeng ditanam pada jarak tanam 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg. Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam selang tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.



bibit kelengkeng pingpong, budidaya kelengkeng pingpong, jual bibit kelengkeng pingpong

Disini jual bibit kelengkeng pingpong unggul, WARUNG BIBIT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar